Menarik dan Mudah! Ternak Ikan Gabus Dalam Drum

Kini, budidaya ikan perairan memang jadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Telah banyak orang yang berlomba-berlomba dan berkompetisi dalam mengembangkan bisnis bisnis di bidang ini.

Salah satu contoh budidaya ikan yang kini sudah ramai dimanfaatkan bermacam pengusaha adalah budidaya ikan gabus.

Walaupun saat ini budidaya ikan gabus belum terlalu populer seperti budidaya ikan lele, mujair dan sebagainya, tetapi pengembangan budidaya ikan gabus yang efektif dapat membuahkan hasil maksimal dan bisa menjadikan peluang bisnis bagi budidaya ini.

Harga jual dari ikan gabus sendiri juga dibilang tinggi sebab tingkat konsumsinya yang juga tidak sedikit dan populasi ikan gabus yang semakin hari semakin berkurang. Memang, usaha ternak ikan gabus ini merupakan bisnis yang harus dikembangkan menggunakan kolam dengan luas lahan yang luas.

Namun, dalam perkembangan zaman, sekarang sudah banyak teknologi teranyar dengan bermacam inovasi yang amat mungkin untuk kita bisa mengembangkan budidaya ikan gabus tanpa memakai lahan luas. Salah satu inovasi tersebut adalah dengan cara mengembangkan budidaya ikan gabus dengan memanfaatkan sebuah drum atau tong plastik bekas.

Drum ini biasanya yang sering digunakan untuk menyimpan bahan baku. Drum biasanya memiliki warna biru dan juga terbuat dari bahan plastik. Anda dapat mendapatkan drum ini dari industri sekitar. Kebanyakan peternak lele juga umumnya merupakan orang-orang yang memanfaatkan benda ini untuk digunakan dalam mengembangkan bisnis ternaknya.

Jika mereka saja sanggup dalam memanfatkan drum ini untuk keperluan pengembangan bisnis ternak ikan lele, maka kita pun bisa memakainya juga untuk berternak ikan gabus. Setelah Anda memperoleh drum tersebut, jangan lupa untuk dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu untuk bisa menggunakannya.

Cara Ternak Ikan Gabus di Dalam Drum

Berikut ini beberapa langkah yang wajib dilaksanakan dikala Anda mempunyai niat ternak ikan gabus menggunakan drum.

  1. Pembuatan Kolam

Pada saat memilih drum, pilihlah drum yang terbuat dari bahan baku plastik. Jenis drum berbahan plastik bakal lebih enteng penggunaannya dan juga termasuk bahan yang tahan lama. Perlu diingat jangan menggunakan drum yang terbuat dari besi karena besi dapat membunuh ikan gabus yang disebabkan oleh karat atau bahan kimia lain, sehingga terkhawatirkan dapat mencemari dan meracuni ikan gabus.

Gunakan juga drum yang memiliki model dengan posisi rebah memanjang sejajar dengan tanah. Kemudian, pilihlah drum yang memiliki ukuran dengan diameter 6 cm dan tinggi 90 cm.

Pembuatan kolamnya pun juga tidaklah terlalu sulit. Di bawah ini beberapa langkah dalam membuat kolam drum.

  • Pertama, potonglah salah satu sisi drum menjadi bukaan berbentuk persegi panjang. Untuk lebih memudahkan pekerjaan dapat menggunakan gerindra listrik.
  • Selanjutnya buatlah saluran pembuangan di dasar drum. Saluran inilah yang nantinya menjadi saluran pembuangan. Anda dapat membuat saluran in menggunakan satu buah keni dan satu pipa vertikal setinggi permukaan air kolam.
  • Lubang pada pembuangan di bagian dalam drum harus dibuat tertutup. Hal ini agar benih ikan gabus dapat masuk dalam saluran hingga mati.
  • Kemudian letakkan drum pada tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  1. Penutup kolam/drum

Berikanlah penutup untuk kolam. Hal ini juga penting dilakukan karena untuk menghindari ikan gabus agar tidak melompat keluar drum. Penutup ini dapat dibuat dari jaring ataupun kawat ram. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan bekas sisi dinding drum yang telah dibuka tadi dengan memberi lubang kecil-kecil dan memasangnya sebagai penutup kolam.

  1. Persiapan air

Pada umumnya, ikan gabus bukanlah ikan yang termasuk ikan rewel terhadap airnya. Mudah saja bagi Anda untuk menyiapkan keperluan air. Sangat perlu bagi peternak ikan gabus untuk dapat menjaga kualitas air. Air yang digunakan haruslah bersih dan kalau bisa kita dapat menggunakan air yang berasal dari sumur. Jika kita menggunakan air ledeng, sebaiknya diendapkan beberapa hari terlebih dahulu.

  1. Benih ikan gabus

Ikan gabus merupakan ikan yang termasuk ikan dengan pertumbuhan lambat. Untuk bisa mendapatkan ikan gabus konsumsi, perlu menunggu waktu terlebih dahulu berbulan-bulan. Sehingga dalam pertama kali memilih ikan gabus, pilihlah bibit dengan ukuran sekitar 10-12 cm agar tidak menunggu terlalu lama. Ukuran bibit ini biasanya bibit yang berumur 3-4 bulan dari menetas.

  1. Kepadatan tebar ikan gabus

Dalam melakukan tebar budidaya ikan gabus dalam drum, sebaiknya Anda mencoba dengan kepadaatan akhir 15-20 ekor terlebih dahulu. Anda dapat melakukannya secara bertahap dengan pengurangan jumlah ikan sedikit demi sedikit dari jumlah awal yang memang lebih banyak.

  1. Makanan gabus

Pemberian pakan bagi ikan gabus yang paling direkomendasikan adalah dengan memberikan pakan berupa pelet. Anda dapat menggunkan cara alternatif dengan memanfaatkan pelet ikan lele. Dalam memberikan pakan, lakukanlah 3-5 kali dalam sehari. Ikan gabus ini merupakan ikan yang rakus makan.

Pakan diberikan secara sedkit demi sedikit dengan melihat respon ikan agar tidak ada pakan yang tersisa. Selain pelet juga dapat menggunakan pilihan lain dengan menggunakan cacing tanah sebagai makanan tambahan bagi gabus.

7. Menambahkan Suplemen

Kualitas ikan gabus sangat ditentukan dari pakan yang dibutuhkan sehari-harinya, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas survival ratenya. Dibutuhkan tambahan vitamin ikan gabus yang memberikan nutrisi.

Pemilihan vitamin ikan gabus yang bagus untuk pertumbuhan yang memiliki kandungan bakteri baik, dengan kualitas bagus. Meningkatnya nafsu makan pada ikan gabus yang kemudian disertai dengan umur panen yang lebih cepat, maka secara otomatis dapat menghemat biaya pakan.

8. Pergantian air

Hal penting terakhir yaitu melakukan pergantian air pada drum atau kolam. Hal ini dilakukan karena volume air pada drum yang memang sangat terbatas. Dalam mengganti air, lakukanlah secara berkala, biasanya sekali dalam seminggu.

Anda juga dapat melakukan peminimalisiran proses pergantian air dengan melihat perilaku ikan gabus dalam drum. Jika air terlihat pekat, maka saat itulah yang tepat untuk mengganti air.

Ternak ikan gabus dalam drum atau tong plastik ternyata memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dalam membudidayakan ikan gabus pada drum.

Kelebihan Membudidayakan Ikan Gabus

  1. Hemat waktu

Dalam menggunakan drum untuk berbisnis ikan gabus dapat menghemat waktu dan tenaga. Yang perlu dilakukan hanyalah menyiapkan tong bekas pada penjualan di industri sekitar tempat tingggal.

  1. Hemat tempat

Sekarang sudah banyak yang mengembangkan ikan gabus menggunakan tong. Hal ini dikarenakan kita tidak perlu mencari lahan yang luas dalam memulai usaha. Sehingga, solusi paling murah tempat yaitu dengan menggunakan drum/tong bekas.

  1. Mudah panen

Cara melakukan proses panen pada budidaya ikan gabus dengan menggunakan drum sangatlah mudah tidak sepeti menggunakan kolam tanah. Cara ini yaitu dengan melapisi drum plastik bagian dalam dengan memanfaatkan jaring. Selanjutnya, kita hanyalah membuang air melalui saluran pembuangan tadi.

Kekurangan Membudidayakan Ikan Gabus

1. Harus menjaga kualitas air

Dalam membudidayakan ikan gabus pada drum, perlu kita ketahui cara menjaga kualitas air. Karena jika tidak diperhatikan, maka akan mengakibatkan musnahnya ikan gabus.

2. Rasio kematian tinggi

Banyak peternak ikan gabus mengatakan bahwa ternaknya banyak yang mati akibat membudidayakannya di dalam drum. Hal ini ternyata disebabkan kurangnya kadar oksigen yang diakibatkan terlarutnya dalam air karena sesak tempat. Sehingga, maksimal benih yang disarankan dalam satu drum adalah tidak lebih dari 200 ekor ikan gabus.

Profil Penulis
Nama: Ir. Tri Juni Sasongko
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/trijuni.sasongko
Biografi: Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.