Tips Membeli Motor Bekas ala Gue

Hari gini rasanya sulit untuk ga punya motor. Gue sempat ngerasain sekitar 3 bulan ga punya motor. Ada gojek sih tapi tetap aja ga nyaman karena ga leluasa, mau ke tempat lain eh harus order dulu hahaha.

Angkutan umum? Hm..kalau dalam kota, gue lupa terakhir kali kapan naik angkot saking lamanya. Kalau luar kota sih gue sering naik kereta atau bis. Akhirnya gue sewa motor. Gue harus bayar Rp 80.000 per hari (24 jam), tipe motornya Vario. Menurut gue lebih hemat daripada pakai gojek kalau tempat tujuannya banyak, kalau cuma satu dua ya rugi lah, mending pakai gojek.

Oke cukup, itu pengalaman gue dulu sewaktu ga punya motor. Intinya ribet, ga bisa suka-suka. Akhirnya gue mikir, harus punya motor nih. Beli baru belum memungkinkan, harga motor baru di atas 14 juta sedangkan uang di tangan gue cuma 7 juta. Mimpi bisa dapat motor baru.

Ngutang sih bisa, tapi gue terlanjur banyak utang, gue ga mau tambah masalah. Singkat cerita gue beli motor Honda Absolute Revo tahun 2011 seharga Rp 6.800.000. Padahal gue bisanya pakai motor matic, tapi gue tertarik sama motor ini karena bodinya kelihatan masih bagus dan warnanya biru hehe ga penting banget ya.

Nah disini gue mau berbagai pengalaman membeli motor bekas, ya baru sekali sih.

1. Cek Kelengkapan Surat

Jangan pernah beli motor atau mobil bekas tanpa surat lengkap. Gue ga suka berurusan dengan polisi, sebisa mungkin gue jauhi itu yang namanya polisi. Di benak gue, berurusan sama polisi itu ribet. Cek STNK dan BPKB. Lihat nomor rangka dan nomor mesinnya, harus cocok antara yang tertera di STNK, BPKB dan di motornya.

Gue ga tau BPKB palsu seperti apa dan semoga seumur hidup gue jangan pernah deh ketemu BPKB palsu. Kalau yang asli ada hologramnya gitu, ga tau deh yang palsu mungkin ada juga.

Cek detail kendaraan misalnya warnanya, kalau tulisannya hitam biru tapi motornya merah hijau biru, hati-hati aja pas razia bisa jadi masalah. Pokoknya data yang ada di BPKB dan STNK harus klop dengan fisiknya.

Cek juga nomor rangkanya sesuai ngga, bisa jadi BPKB STNK asli tapi ternyata motornya beda. Posisinya beda-beda tiap motor, kalau Revo yang gue beli ini nomor rangkanya dekat tangki bensin.

Ribet, tapi lebih baik ribet sekarang daripada sial kemudian wkwkwk.

AndreGerin.com

2. Cek Fisik

Nah disini kita harus teliti, gue punya kaidah begini, mayoritas orang pasti penipu. Hal ini gue terapkan ke semua orang yang baru gue kenal sekalipun itu ustadz, kecuali kemudian hari ada hal-hal yang meyakinkan gue.

Penjual yang jujur itu langka, lebih langka dari burung hantu salju. Mungkin gue doang penjual yang jujur waktu jual Spacy, gue bilang ini bekas tabrakan dan jatuh ke samping. Goblok banget ya gue hahaha, kan jadi ditawar padahal ban baru ganti, shockbreaker baru. Ya sudah lah gue memang lugu. Kalau mau bohong sih bisa aja, bodinya masih mulus.

Hal yang pertama yang gue cek adalah velg. Pastikan tidak peyang atau oval, harus bulat sempurna supaya bisa menggelinding dengan indah di aspal. Velg peyang juga tetap bisa jalan sih kalau nekat.

Kedua, stang. Coba distandar dua, putar ke kanan dan ke kiri. Seharusnya mulus dan tidak ada gerakan ke atas atau bawah. Susah jelasinnya, tapi menurut gue, stang itu harusnya gerak ke kanan kiri, kalau ada gerakan sedikit saja ke atas atau bawah berarti komstirnya rusak.

3. Suara Mesin

Buat yang awam tentang mesin seperti gue mungkin bingung gimana cara cek mesin. Pertama, nyalakan mesinnya pakai starter elektrik, harusnya mudah dinyalakan. Coba juga kick starternya.

Kedua, lihat knalpotnya kalau mesin 4-tak jangan sampai ada asap yang keluar. Lain ceritanya kalau mesin 2-tak, wajar kalau ada asap. Asap putih dari motor 4-tak berarti mesinnya bermasalah, ada oli yang bocor ke ruang pembakaran.

(Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*