Vaksin Sinochem Datang, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Bencana pandemi COVID-19 menyerang berbagai macam pihak. Setelah beberapa bulan berjibaku dengan “pagebluk” ini, akhirnya muncul kabar yang bisa dijadikan sebagai harapan. Apalagi jika bukan vaksin COVID-19. Pemerintah sudah mendatangkan vaksin Sinochem. Perencanaan serta pembagian vaksin ini secara terus menerus diolah sehingga seluruh masyarakat Indonesia memperolehnya.

Tentu saja hal ini bertujuan agar pandemi bisa berakhir serta kegiatan dapat berjalan dengan normal seperti dulu. Walaupun demikian, pembagian vaksin ini belum dapat dilakukan, hal ini disebabkan karena uji klinis fase terakhir masih dilakukan. Uji klinis dilakukan untuk memasktikan seperti apa tingkat keamanan serta efektivitas vaksin sesudah diberikan.

Apa itu Vaksin Sinochem?

Beberapa waktu belakangan ini, selain mendengar kata Sinochem di berita, kita juga banyak mendengar kata Sinovac. Sebenarnya, apa perbedaan diantara keduanya? Sinochem merupakan nama vaksin yang sudah tiba di Indonesia, dan diimpor pada bulan Desember ini. Vaksin ini adalah salah satu dari beberapa vaksin yang telah masuk dalam uji klinis III dan direstui WHO.

Bila pada akhirnya vaksin ini lolos dalam uji klinis terakhir, nantinya vaksin akan digunakan secara luas dengan status darurat. Bagaimana dengan Sinovac? Untuk Sinovac, sebenarnya Sinovac ialah perusahaan yang membuat vaksin, vaksin ini diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd., perusahaan ini berada di China. Perusahaan ini adalah perusahaan pertama yang sudah memperoleh izin uji klinis berkaitan dengan SARS, oleh sebab itu peforma yang dimiliki perusahaan ini tak perlu diragukan lagi.

Namun, perlu digaris bawahi. Vaksin Sinochem bukanlah obat. Banyak orang yang salah kaprah dan menganggap, karena vaksin ini sudah sampai di Indonesia, berarti sudah ada obat yang digunakan untuk mengatasi COVID-19. Padahal, vaksin tidak sama dengan obat. Vaksin merupakan zat yang dimasukkan dalam tubuh agar bisa memicu pembentukan kekebalan tubuh pada sebuah penyakit.

Dengan pemberian vaksin, diharapkan seseorang akan bisa menahan serangan dari penyakit tersebut, bila akhirnya sampai terinfeksi, kondisinya tidak separah bila belum diberi vaksin. Sedangkan, obat merupakan zat kimia yang dikonsumsi agar bisa menyembuhkan penyakit. Sehingga, vaksin merupakan pencegahan, bukan obat.

Bila melihat hal tersebut, sudah sepatutnya kita tidak kendor untuk terus mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan mengenakan masker. Selain itu, jangan lupa terus mengkonsumsi makanan bergizi, bila perlu konsumsi vitamin tambahan, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik.

Vaksin Mandiri dengan Sistem Preorder

Pada dasarnya, pemerintah telah memberikan fasilitas vaksin secara gratis, namun Anda juga bisa memesan program vaksin mandiri agar memperoleh vaksin ini. Walaupun demikian, untuk memperolehnya tidak mudah seperti yang dibayangkan. Anda harus melakukan pemesanan terlebih dulu agar bisa masuk antrian. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari timbunan vaksin.

Sistem pemesanan ini dilakukan agar dapat menyesuaikan jumlah permintaan sehingga pengiriman dapat dilakukan sesuai dengan angka tercatat. Dengan demikian, semua orang memperoleh vaksin dengan adil. Pemerintah juga akan membentuk sebuah sistem vaksinasi yang dapat dipantau secara daring.

Agar mudah memperoleh informasi yang tidak simpang siur dan lengkap, Anda dapat mengakses Halodoc. Halodoc memiliki banyak artikel yang berkaitan erat dengan vaksin Sinochem dan COVID-19. Selain itu, Halodoc juga dapat digunakan untuk melakukan konsultasi yang berkaitan dengan vaksinasi. Halodoc merupakan salah satu aplikasi kesehatan terlengkap untuk mengecek kondisi kesehatan Anda di tengah pandemi ini. Anda dapat mengakses Halodoc.com maupun mengunduh aplikasinya melalui Google Play Store.